MataWarga.co.id – Presiden FIFA Gianni Infantino ikut angkat bicara soal tragedi Kanjuruhan, Malang, yang terjadi pada Sabtu (1/10) malam.
Dia menilai tragedi yang menewaskan ratusan suporter itu begitu mengejutkan, termasuk di kancah persepakbolaan internasional.
“Dunia sepak bola terkejut menyusul insiden tragsi di Indonesia seusai pertandingan antara Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan,” katanya dikutip dari laman resmi FIFA.
Menurutnya, insiden itu merupakan hari kelam untuk semua yang terlibat dalam dunia sepak bola.
“Saya mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga dan rekan korban yang kehilangan nyawanya dalam insiden tragis itu,” tuturnya.
Dia menegaskan FIFA dan seluruh komunitas sepak bola global mendoakan seluruh korban jiwa maupun luka-luka.
“Bersama FIFA dan komunitas sepak bola dunia, duka dan doa kami mengiringi para korban, mereka yang terluka, rakyat Indonesia, AFC, PSSI, dan LIB, di masa yang sulit ini,” katanya.
Hanya saja, Gianni belum membahas seputar sanksi apa yang bakal dijatuhkan kepada sepak bola Indonesia. Mari kita nantikan ke depannya.

Sanksi FIFA Mengancam Indonesia
Tragedi pertandingan Sepakbola di Jawa Timur ini, membuat Indonesia untuk siap-siap menerima sanksi dari FIFA.
Sanksi FIFA ini ancam Indonesia imbas Tragedi Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang mengakibatkan 129 orang tewas. Jika sanksi FIFA diberlakukan maka sangat merugikan sepak bola Indonesia mulai dari pemain, klub, Timnas Indonesia hingga PSSI.
Sanksi yang dijatuhkan FIFA tidak main-main yang akan membuat sepak bola Indonesia mengalami kemunduran. Bisa jadi, ancaman sanksi FIFA ini bakal lebih mengerikan dibandingkan saat sepak bola Indonesia dibekukan FIFA akibat intervensi pemerintah soal kompetisi.
”Semoga kita tidak terkena sanksi FIFA,”kata Menpora Zainuddin Amali, Minggu (2/10/2022).
Penggunaan gas airmata yang ditembakkan polisi saat mengamankan penonton di dalam stadion usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya merupakan pelanggaran kode keamanan FIFA (Pasal 19 b). Begini bunyinya: ”Senjata atau gas pengendali massa tidak boleh dibawa atau digunakan.” Jika pasal ini yang digunakan FIFA untuk menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akan sangat mengerikan.

Berikut 7 ancaman sanksi FIFA kepada Indonesia imbas Tragedi Kanjuruhan:
1. Seluruh pertandingan liga Indonesia dibekukan selama 8 tahun.
Ancaman pertama dari sanksi FIFA yang kemungkinan dijatuhkan adalah seluruh pertandingan Liga Indonesia akan dibekukan selama delapan tahun. Sebuah hukuman yang sangat berat bagi semua yang berkepentingan mulai dari pemain, pelatih, PSSI hingga pelaku ekonomi.
2. Keanggotaan Indonesia di FIFA dicabut
Sanksi untuk PSSI dikeluarkan FIFA lewat dokumen FIFA pada 30 Mei 2015 yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa keanggotaan Indonesia di FIFA dicabut atas hasil rapat Komite Eksekutifnya di Zurich, Swiss. FIFA menjatuhkan sanksi karena menilai pemerintah Indonesia melakukan pelanggaran karena intervensi yang merupakan pelanggaran atas Pasal 13 dan 17 dari Statuta FIFA.
3. Piala Dunia U-20 di Indonesia akan dibatalkan
Jatah Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 terancam dibatalkan oleh FIFA dengan alasan keamanan. Indonesia diagendakan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 yang akan digelar 20 Mei hingga 11 Juli 2022.
4. Timnas Indonesia dilarang main di Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-20
Ancaman sanksi yang tidak kalah menakutkan adalah pencabutan hak keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala Asia U-2023 dan piala Asia U-20 2023. Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 yang akan digelar 16 Juni-16 juli 2023. Sedangkan Piala Asia U-20 akan digelar 1-16 Maret 2023 di Uzbekistan.
5. Poin Ranking FIFA Timnas Indonesia dikurangi Poin
Timnas Indonesia dikurangi menjadi momok menakutkan yang akan memengaruhi ranking FIFA. Jika itu yang terjadi, Timnas Indonesia yang saat ini menempati 152 dunia kemungkinan bisa turun jauh.
6. Kompetisi Liga Indonesia tanpa penonton.
Hukuman yang tidak kalah berat adalah kemungkinan larangan menggelar pertandingan tanpa penonton dalam waktu lama.
7. Klub Indonesia tidak boleh bermain di AFC Cup dan Liga Champions Asia.
Klub ikut menderita jika hukuman larangan tidak boleh tampil di AFC Cup dan Liga Champions Asia. Artinya peluang klub Indonesia untuk berprestasi tidak akan bisa diraih.

















































