MataWarga.co.id – Aktivis kemanusiaan Kota Batam, Aksa Halatu, mendesak pemerintah Indonesia, untuk segera menangani ribuan migran yang saat ini, berada di Kota Batam. Kehadiran imigran dari, Afganistan, Sudan dan Mongolia di Kota Batam, dinilai Aksa semakin meresahkan warga Batam.
Permintaan Aksa ini, merupakan buntut dari kejadian rusuh, aksi massa imigran di depan kantor Wali Kota Batam, yang mengakibatkan adanya bentrok antara Aksa Halatu dengan pendemo yang memblokir pintu masuk kantor pemerintah/kantor Walikota Batam.
Saat itu, Aksa mencoba masuk ke kantor Walikota Batam, namun gerbang masuk kantor tetsebut, ditutup karena sedang ada aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Batam tersebut.
Selain dengan adanya kejadian ini, imigran yang sudah bertahun-tahun di Kota Batam dengan jumlah mencapai ribuan orang sangat meresahkan warga Kota Batam, apalagi sampai membuat aksi yang menutup akses kantor pelayanan pemerintah.
” Apa yang saya lakukan dengan menghalau Imigran yang melakukan aksi demo, sampai dengan menutup akses ke kantor pelayanan pemerintah, ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama di Kota Batam, ini adalah bentuk kepedulian saya dengan daerah ini,” tegas Aksa.

Aksa juga mengingatkan pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap imigran ini. Apalagi tindakan imigran sampai menggangu pelayanan publik pemerintah.
Lebih jauh aksa mengatakan, bahwa aksi demo yang dilakukan oleh imigran di depan kantor Walikota Batam, tidak ada laporan atau izin dari kepolisian.
“Kalau, kita dari warga Indonesia yang melakukan aksi demo, polisi selalu menanyakan surat pemberitahuan atau izin dari kepolisian. Tapi, kenapa Imigran yang melakukan aksi demo tanpa ada izin dari kepolisian mereka bisa menggelar aksi demo,”ucap Aksa.
Aksa berharap, Batam sebagai pintu masuk wisman, tidak mendapat predikat penilaian yang jelek dengan adanya keberadaan dan aksi demo imigran didepan kantor pemerintahan ini.
Saat ini, pasca berlalunya Pandemi covid 19, Kota Batam, sedang menata diri untuk memajukan dunia pariwisata, dengan mengundang dan menghadirkan wisatawan untuk datang ke Kota Batam.

















































