MataWarga.co.id – Kepulauan Riau, kini menjadi markas bagi perusahaan teknologi. Ratusan startup dan perusahaan multinasional telah membuka kantor di Batam.
Kehadiran perusahaan Starup berbasis ternologi digital di Batam, juga sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja ahli IT. Ratusan ahli IT dibutuhkan untuk mengoperasikan perusahan-perusahan Starup yang sedang berinvestasi di Batam.
Kehadiran Nongsa Digital Park (NDP), sebagai kawasan ekonomi khusus yang fokus pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di Batam, menjadi daya tarik trrsendiri. Kini, NDP mulai memenuhi visi Presiden Joko Widodo tentang menjadi jembatan digital antara Indonesia-Singapura, dan seluruh dunia.
CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan, mengatakan ada sekitar 80 startup dan perusahaan teknologi multinasional yang sudah menjadi bagian dari ekosistem NDP.
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang, mulai dari digital marketing, data services, cloud, e-sport dan gim, e-commerce, fintech, kecerdasan buatan, automasi jaringan, hingga konsultasi.

Daya tarik NDP di Batam adalah kedekatannya dengan Singapura. Perusahaan di Singapura bisa memanfaatkan NDP, yang biaya hidup sehari-harinya lebih murah, sebagai rumah programmer aplikasi dan pekerja teknologi mereka.
NDP juga telah mendirikan Data Center Hub, sebagai lokasi pembangunan infrastruktur teknologi. Investor seperti Gaw Capital dan GDS Holding saat ini sudah menanamkan investasi membangun Data Center di Nongsa Digital Park.
Dikutip dari laporan Perkembangan KEK Nongsa Agustus 2022, sebanyak tiga data center akan dibangun di Batam. Ketiga data center itu tepatnya berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa.
Mengutip laporan perkembangan KEK Nongsa Agustus 2022, tiga data center yang akan dibangun dari tiga entitas yang berbeda.
Pertama Data Center milik PT Data Center First Nongsa One, investasi dari Hong Kong, dengan klasifikasi DC Tier 3 Kapasitas 31 MW dengan pembangunan dua tahap yang sudah di groundbreaking pada 25 Juli lalu.
Adapun target beroperasi tahap 1 pada Q4 2023 dengan nilai komitmen investasi Rp 4,3 triliun.
Kedua, milik PT. GDS IDC Services melalui investor Hong Kong, dengan klasifikasi DC Tier 3 kapasitas 30 MW dengan pembangunan dua tahap. Peletakan batu pertama juga sudah dilakukan pada 14 Juli 2022 lalu.
Pusat data yang dibangun dengan nilai Rp 3 triliun ini ditargetkan beroperasi pada Q4 2023/Q1 2024 untuk tahap pertama.
Ketiga, Data Center milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) yang menetapkan KEK Nongsa sebagai lokasi pusat data nasional melalui surat Menteri Kominfo No. 482/M.Kominfo/PR.01.04/07/2021, 8 Juli 2021.
Ini akan menjadi Pusat Data Nasional ke-3 di Indonesia. Proyek itu ditargetkan beroperasi tahap 1 di awal 2024. Adapun nilai komitmen investasi untuk proyek ini mencapai Rp 2,32 triliun.
Nantinya masih banyak investor lain yang yang bakal berinvestasi pada kawasan ini. Ada 6 investor data center dari Hong Kong, Shanghai dan Singapura masih dalam proses penjajakan. Selain itu 2 investor data center lagi dalam masa penjajakan.
Sehingga total 11 lokasi lahan yang diplot sebagai lokasi data center dengan luas wilayah belasan hektare. adapun kebutuhan listrik untuk data center ini mencapai 530 MW dan kebutuhan air mencapai 315 liter per detik sampai 2030.
Selain itu, Sinarmas Group bersama Citramas Group melakukan joint venture di bawah bendera perusahaan bernama PT Citra Sinar Global membangun infrastuktur penunjang ekosistem digital, Nongsa D-Town. Nongsa D-Town merupakan pengembangan dari Nongsa Digital Park yang telah diresmikan pada tahun 2018.
Lebih lanjut, NDP mengembangkan infrastruktur perkantoran dan inisiatif Pendidikan Vokasi bertujuan untuk meningkatkan keterampilan local digital talent.

















































