MataWarga.co.id – Gudang arsip dan dokumen di gedung DPRD Kota Batam, kembali terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kebakaran ini, membuat dokumen dan barang-barang didalam ruangan di lantai tiga gedung DPRD Kota Batam, ludes terbakar.
Kebakaran yang terjadi Di Gedung DPRD Kota Batam membuat sebagian bangunan tersebut hangus dan Gosong, sebagian Pintu darurat dilantai 3 gedung DPRD Batam, ludes terbakar pada Selasa (15/8/2023) dini hari.
Tidak ada korban jiwa, namun kebakaran ini menghanguskan berbagai buku dan kursi yang disimpan di lokasi itu. Di mana, sebelumnya pintu darurat itu disulap menjadi gudang.
Sekretaris DPRD Batam, Aspawi Nangali, menjelaskan kebakaran pertama sekali diketahui sekira pukul 00.10 WIB oleh petugas Satpol PP yang berjaga di gedung DPRD Batam.
Sekretaris DPRD Batam, Aspawi Nangali, menjelaskan kebakaran pertama sekali diketahui sekira pukul 00.10 WIB oleh petugas Satpol PP yang berjaga di gedung DPRD Batam.
Terkait penyebab kebakaran, Aspawi belum bisa memastikan. Namun, dia tak menepis ada dugaan api berasal dari arus pendek listrik atau korsleting.
“Bisa jadi karena itu (korsleting). Karena petugas Satpol PP di awal kejadian mengaku mencium bau kabel terbakar,” katanya.
Ditambahkannya, musibah kebakaran ini tidak ada menelan korban jiwa. “Berkas lama saja yang terbakar, api bisa di padamkan sekitar satu jam kemudian,” pungkas Aspawi.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Kamaludin mengatakan belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Informasi awal disebabkan konsleting listrik yang menyebar karena ada tumpukan kertas yang ada di ruang arsip tersebut.
Kamaluddin menyebutkan kebakaran terjadi sudah beberapa kali dan waktunya juga berdekatan. Sebelumnya terjadi kebakaran cukup hebat di ruangan fraksi Hanura Januari 2022 lalu.
Menurutnya, Kantor DPRD Batam ini sudah ada sejak tahun 2000 lalu. Untuk itu, diperlukan peremajaan, dan pengecekan terhadap instalasi kelistrikan di gedung wakil rakyat tersebut.
“Gedung ini sudah aktif selama kurang lebih 23 tahun. Jadi saya bilang ini sudah perlu dicek. Karena dua kali kebakaran, jadi dikhawatirkan ada lagi hal serupa. Jadi akan ada evaluasi nanti soal anggaran pemeliharaan gedung,” ujarnya.
Kejadian ini akan menjadi perhatian dalam pembahasan nanti. Karena ruang paripurna ini penting keberadaanya. Setiap gedung memerlukan pemeliharaan, maka dari itu akan diusulkan evaluasi.
“Kalau memang sudah harus diganti, ya wajib kita anggarkan,” tutupnya.

















































