MataWarga.co.id – Kembali melaju sampai Final Kejuaraan Dunia Buluhtangkis, BWF 2022, Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menolak tua. Pasangan berjulukan the Daddies ini sekali lagi mengunci tiket final Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Tampil di final Kejuaraan Dunia BWF 2022, Hendra/Ahsan, menciptakan sejarah dan rekor tersendiri, sejak dipasangkan.
Pada edisi 2022, Ahsan/Hendra menumbangkan sesama pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 23-21, 12-21, dan 21-16 pada pertandingan semifinal, di Tokyo, Sabtu (27/8/2022).
Ini menjadi final keempat bagi Ahsan/Hendra. Sebelumnya, mereka juga maju ke babak puncak pada 2013, 2015, dan 2019. Ditiga kali kesempatan di Final, Hendra/ Ahsan, selalu keluar sebagai pemenang.
Itu berarti, semenjak menjadi pasangan, Ahsan/Hendra tak tersentuh kekalahan di Kejuaraan Dunia. Mereka telah memenangi pertandingan 19 kali.
Indonesia terakhir kali merebut gelar juara dunia pada 2019. Ahsan/Hendra lah pemenangnya. Di final edisi 2019, The Daddies menang 25-23, 9-21, 21-15 atas ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Edisi 2022 menjadi semifinal keempat bagi Ahsan/Hendra. Dan pertandingan final besok, Minggu (28/8/2022), juga menjadi, final keempat bagi pasangan peringkat dua dunia ini.
Indonesia sendiri hanya meloloskan satu pasangan ke partai puncak. Disemifinal Indonesia mengirim pasangan Hendra/Ahsan dan Fajar/Rian. Sayangnya, kedua pasangan ini harus saling membunuh. Sementara untuk sektor lain, Atlet Buluhtangkis Tanah Air, sudah gugur duluan.

Ahsan/Hendra sejak dipasangkan, berhasil menjadi juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019.
Ahsan bermain di Kejuaraan Dunia lima kali dengan tiga partner berbeda. Ia menghasilkan tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Tiga emas diraih bersama Hendra, medali perak bersama Rian Agung Saputro pada 2017 dan perunggu bersama Bona Septano pada 2011.
Sementara Hendra bermain enam kali dengan dua pasangan berbeda. Hendra mendapat empat medali emas dan 1 perunggu.
Medali emas pertama Hendra diraih bersama almarhum Markis Kido pada 2007. Bersama Kido, Hendra juga menyabet perunggu pada edisi 2010. Tiga emas lainnya direbut bersama Ahsan.
Ahsan/Hendra berpeluang menyamai rekor ganda China, Chai Yun/Fu Haifeng di Kejuaraan Dunia.
Chai Yun/Fu Haifeng merupakan ganda putra pemegang gelar terbanyak (sebagai pasangan), yakni empat gelar. Hendra Setiawan sebenarnya sudah menyamai rekor mereka, tapi satu gelar lain direbut bersama Markis Kido.
Jika tahun ini juara, Ahsan/Hendra akan menyamai rekor Chai Yun/Fu Haifeng dan Hendra sendiri bakal melewati rekor teman seangkatannya itu.
Jika memenangkan kejuaraan dunia tahun ini, maka secara pribadi, Hendra Setiawan akan penjadi pemegang rekor medali emas terbanyak sebanyak lima kali.

















































